Kamis, 28 Maret 2019

Model-model belajar dan rumpun model mengajar

1. Model-model belajar
         Joyce & Weil (1980) dalam buku Mohamad Syarif Sumantri pada tahun 2016 hal 37, bahwa model pembelajaran didefinisikan sebagai kerangka konsep yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan pembelajaran.
      Model-Model pembelajaran dalam buku Mohammad Syarif Sumantri pada tahun 2016 dibuku Strategi Pembelajaran pada hal.42 memjelaskan macam-macam model pembelajaran di sekolah dasar yaitu:
 a. Model Pembelajaran Berbasis Masalah.
 Menurut Wina Sanjaya dalam buku Mohamad syarif sumantri pada tahun 2016 pada hal.42 bahwa PBL yaitu salah satu model pembelajaran yang bersosialisasi dengan pembelajaran kontekstual. Pembelajaran artiya dihadapakan pada suatu masalah, yang kemudian dengan melalui pemecahan masalah, melalui masalah tersebut siswa belajar keterampilan-keterampilan yang lebih mendasar. Munurut sumiarti (2009) dalam buku Mohammad Syarif Sumantri  pembelajaran berdasarkan masalah adalah suatu pendekatan untuk membelajarkan siswa untuk mengembangkan keterampilan berfikir dan keterampilan memecahkan masalah, belajar peranan orang dewasa yang autentik serta menjadi pelajar mandiri.
  - keunggulan Model PBL
     * Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan
     * Berfikir dan bertindak kreatif
     * Siswa dapat memecahkam masalah yang dihadapi secara realitis
     * Mengidentifikasi dan mengevaluasi hasil pengamatan
     * Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan
       * Meranggsang bagi perkembangan kemajuan berpikir siswa untuk menyelesaikan  suatu permasalahan yang dihadapi dengan tepat
       * Dapat membuat pendidikan lebih relevan dengan kehidupan.

-  kekurangan Model PBL
     * beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan model ini
     * membutuhkan alokasi waktu yang lebih panjang
     * Pembelajaran hanya berdasarkan masalah.
 b. Model Pembelajaran kooperatif.
Di dalam buku Mohamad Syarif Sumantri Model pembelajaran kooperatif adalah rangkaian kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa dalam kelompok-kelompok tertentu untuk mencapai tujuan pembemlajaran yang telah dirumuskan.
- kelemahan pembelajaran kooperatif.
  * Guru harus mempersiapkan pembelajaran secara matang, disamping itu                                                   memerlukan lebih banyak tenaga, pikiran dan waktu.
 *  Agar proses pembelajaran berjalan dengan lancar, maka dibutuhkan dukungan fasilitasi, alat dan biaya yang cukup memadai.
 * selama kegiatan diskusi kelompok berlangsung, ada kecenderungan topik permasalahan yang sedang dibahas meluas sehingga banyak yang tidak sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
 *  Saat diskusi kelas, tetkadang didominasi oleh seseorang, hal ini mengakibatkan siswa yang lain menjadi pasif.

c. Model pembelajaran ekspositori.
          Metode ekspositori adalah metode pembelajaran yang digunakan dengan memberikan keterangan terlebih dahulu definisi, ptinsip dan konsep materi pelajaran serta memberikan contoh-contoh latihan pemecahan masalah dalam bentuk ceramah, demonstrasi, tanya jawab dan penugasan.
    - keunggulan model pembelajaran ekspositori.
     * Guru bisa mengontrol urutan dan keluasan materi pembelajaran, guru dapat mengetahui sampai sejauh mana siswa menguasai bahan pelajaran.
     * Pembelajaran ekspositori dianggap sanagat efektif apabila  meteri pelajaran yang harus di kuasai siswa cukup luas, sementara itu waktu yang memiliki untuk belajar terbatas.
    * Melalui pembelajaran ekspositori selain siswa dapat mendengarkan melalui penuturan.
    *  Dapat digunakan untuk jumlah siswa dan ukuran kelas yang besar.
 - kelemahan model pembelajaran ekspositori
    * hanya mungkin dapat dilakukan terhadap siswa yang memiliki kemampuan mendengar dan menyimak secara baik.
   * sulit mengembangkan kemampuan siswa dalam hal kemampuan sosialisasi, hubungan interpersonal, serta kemampuan berfikir kritis.

d. Model pembelajaran peningkatan kemampuan berfikir.
     Menurut sanjaya (2007) dalam buku Mohammah syarif sumantri pada hal.70 adalah model pembelajaran yang menekankan pada kemampuan berfikir siswa.
   - kelebihan
* siswa lebih siap menghadapi setiap persoalan yang disajikan oleh guru.
* priorotas pembelajaran menekankan pada keterampilan siswa.
* memberikan kebebasan untuk menggali kemampuan siswa dengan berbagai media yang ada.

   - kelemahan
        * hanya sekolah yang sesuai dengan karaktetistik model peningkatan kemampuam berfikir yang dapatvmelaksanakan model ini dengan baik.
        * kelemahan model ini bukan kelemahan dari model pembelajaran itu sendiri, tetapi karena faktor diluar model pembelajaran.
        * faktor waktu belajar yang tersedia tidak cukup dengan pembelajaran model peningkatan kemampuan berfikir yang membutuhkan waktu relatif banyak.
        * siswa yang memiliki kemampuan dibawah rata-rata sulit mengikuti model pambelajaran peningkatan kemampuan berfikir ini.

e. Model pembelajaran sugestopedia
   -  kelebihan
* memberikan ketenangan dan kesantaian
* menyenangkan atau menggembirakan
* mempercepat proses pembelajaran
* memberikan penekanan pada perkembangan kecakapan berbahasa.

- kelemahan
  * hanya dapat digunakan pada kelompok kecil.
  * mengjengkelkan dan menggelisahkan bagi orang tidak suka lagu klasif.
  * biaya yang terlalu mahal
  * untuk kemampuan membaca dan menyimak tetlalu terbatas.

f. Pendekatan communicative language teaching (ctl)
       Menurut zainil (1993) dalam buku Moammad Syarif Sumantri dalam hal.90 CLT adalah pembelajaran bahasa komunikatif dalam.pembelajaran bahasa di mulai dari sebuah teori bahasa sebagai komunikasi.
 - kelebihan
* menurut Roestiyah (1994) dalam buku Mohamad Syarif  Sumantri yaitu : memberikan kesempatan pada siswa didalam memghadapi masalah sosial menempatkan diri pada tempat orang lain, meluaskan pandangan siswa, memberikan bagi pemahaman terhadap orang lain.
- kelemahan
        * guru tidak menguasai tujuan instruksional penggunaan teknik ini untuk sesuatu unit pelajaran,menggunakan waktu yang sedikit banyak, memerlukan keativitas dan daya kreasi yang tinggi dari pihak guru dan siswa.

g. Model pembelajaran contextual teaching and learning CTL.
       Menurut susdiyanto, Saat, dan Ahmad (2009) CTL adalah proses pembelajaran yang holistik an bertujuan membantu siswa memahami makna materi ajar dengan mengaitkan terhadap konteks kehidupan mereka sehari hari.

h. Model pemelajaran Matematika Realistik.
RME  merupakan salah satu pendekatan dalam pembelajaran matematika.

2. Rumpun model mengajar.
a. Model yang berorientasi pada interaksi sosial.
     Dalam buku Abdul aziz Wahab(2012) hal.59 adalah sebagai upaya memperbaiki masyarakat dengan memperbaiki hubungan-hubungan interpersonal melalui prosedur demokratis yaitu demokratis pancasila yang menekankan musuawarah untuk mencapai mufakat.
   - Model investigasi kelompok.
       Model ini dikembangkan oleh john Dewey dan Herbert A. Thelen yang menggabungkan pandangan-pandangan proses sosial yang demokratik dengan penggunan strategi intelektual atau ilmiah untuk membantu manusia menciptakan pengetahuan dan masyarakat yang teratur dengan baik.
   - Model inkuiri sosial.
       Maksud secara umum adalh mengembangkan kemampuan siswa untuk memikirkan secara sungguh-sungguh dan terarah daneteflekkan hakikat sosial kehidupan khususnya pada kehidupan siswa sendiri dan arah kehidupan masyarakat dalam upaya memecahkan masalah-masalah sosial.

b. Model-model yang berorientasi pada pemprosesan informasi.
     Model rersebut menekankan pada cara siswa mem proses informasi. Tujuan utama dari model kategori ini adalah membantu siswa mengembangkan metode atau cara-cara memproses informasi yang diperoleh dari lingkungannya.
  - model mengajar induktif.
Menurut Hilda Taba dalam buku Abdul Aziz Wahab hal.65 mengemukakan 3 anggapan dasar tentang proses berpikir:
* berpikir dapat diajarkan
* transaksi aktivitas
* dalam proses berpikir mengembangkan dalam susunan urutan-urutan.
- Model pemerolehan konsep.
Dalam buku Abdul Aziz Wahab hal.66 bahwa model ini didasarkan pada penekanan bahwa lingkungan penuh dengan jumlah besar hal-hal yang berbeda dan musahil dapat menyesuaikan diri dengarnya jika manusia tidak dilengkapi dengan kemampuan untuk membedakan dan mengelomopokkan segala sesuatu itu ke dalam kelompok-kelompok.
- Model mengajar pengembangan
      Model mengajar yang dikembangkan piaget ini dilaksanakan dalam dua tahapan kelas. Pada fase pertama guru menampilkan keadaan di mana siswa dihadapkan dengan pikiran yang tidak logis atau dengan masalah yang membingungkannya. Fase kedua guru menyediakan petunjuk untuk memecahkan penyimpangan masalah yang dihadapi.
- Model menyusun yang lebih maju.
      Model mengajar tersebut telah dikembangkan oleh David Ausubel, yang oleh Paul D. Enggen dkk dalam buku Abdul Aziz Wahab hal.70 menyebutnya dengan model Ausubel yaitu suati model mengajar deduktif dal memperoses informasi yang didesain untuk mengajarkan kumpulan isi (body content) yang saling berhubungan.

c. Model yang Berorientasi pada Pribadi.
      Model ini didasarkan pada asumsi bahwa seseorang adalah sumber pendidikan.
- model mengajar bebas.
            Menurut Carl rogers dalam buku Abdul Aziz Wahab hal.73 bahwa asumsi pokok yang mendasari modelnya adalah bahwa setiap individu dapat mengatasi sendiri masalah kehidupannya dengan cara yang kontruktif.
- model pertemuan kelas.
  Dikembangkan ole Rober Glaser didalam buku Abdul Aziz Wahab hal.75 Dia meduga bahwa manusia gagal disebabkan oleh dirinya tetapi pada tingkat hubungan antara peibadi atau tingkat masyarakat.






Daftar Rujukan

- Aziz Abdul Wahab. 2012. Metode dan Model-model Mengajar. Bandung: CV ALFABETA.
-  Syarif Mohamad Sumantri. 2015. Strategi pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.




 

                                           
   

Rabu, 27 Maret 2019

Strategi pembelajaran 2

1. Pengertian belajar.
Menurut R. Gagne (1989) belajar dapat didefinisikan sebagai suatu proses dimana sustu organisme berubah perilakunya sebagai akibat pengalaman. Menurut Burton dalam usman dan setiawati(1993:4),belajar dapat diartikan sebagai perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antara individu dengan individu lain dan individu dengan lingkungannya sehingga mereka lebih mampu berinteraksi dengan lingkungannya. Menurut E.R. Hilgard (1962) suatu perubahan kegiatan reaksi terhadap lingkungannya.
Sementara menurut Hamalik (2003) menjelaskan bahwa belajar adalah memodifikasi atau mempertenguh prilaku melalui pengalaman (learning is defined as the modificator or strengthening of behavior through experiencing). Menurut pengertian ini, belajar  merupakan suatu proses,suatu kegiatan, dan bukan merupakan suatu hsil dan tujuan. W.S Winkel (2002) adalah suatu aktifitas mental yang berlangsung dalam interaksi aktif antara seseorang dengan lingkungan dan menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman,keterampilan, dan nilai sikap yang bersifat relative konstan dan berbekas.
Jadi dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu aktivitas yang dilakukan seseorang dengan sengaja dalam keadaan sadar untuk memeperoleh suatu konsep, pemahaman, dan pengetahuan baru sehingga memungkinkan seseorang terjadinya perubahan perilaku yang relative tetap baik dalam berpikir, merasa, maupun, dalam bertindak.

2. Karekteristik proses belajar dan tahapan perkembangan siswa sekolah dasar .

a. Karakteristik proses belajar sd.
 Karakteristik proses pembelajaran disesuaikan denga karaktetistik kompetensi. Pembelajaran di sd disesuaikan dengan tingkat perkembangan perserta didik. Karakteristik proses belajar disesuaikan dengan karakteristik kompetensi.
 Proses belajar sepenuhnya diarahkan pada pengembangan ketiga ranah tersebut secara utuh atau holistik artinya pengembangan ranah yang satu tidak bisa di pisahkan dengan ranah lainnya
.
b. Tahap perkembangan siswa sd.
- Tahap perkembangan individu dipengaruhi oleh faktor-faktor pembawaan dan lingkungan.
- Tahap perkembangan adalah proses kontinu.
- Tahap perkembangan individu mencakup diferensiasi dan integrasi konsep diri dan perspesi tentang dunianya.
- tahap perkembangan individual menyebabkan adanya keragaman individual.

3. Karekteristik pembelajaran di sekolah dasar.
Menurut Manger (1997:54) menyampaikan beberapa kriteria yang digunakan dalam memilih strategi pembelajaran:
a. Berorientasi pada tujuan pembelajaran. Tipe perilaku apa yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik.
b. Pilih teknik pembelajaran sesuai dengan keterampilan yang dapat diharapkan dapat dimiliki saat bekerja nanti .
c. Gunakan media pembelajaran yang sebanyak mungkin memberikan ransangan pada indera peserta didi. Artinya dalam satuan-satuan waktu yang bersamaan peserta didik dapat melakukan aktivitas fisik dan psikis.





Daftar Rujukan
- Budiarti,Melik. 2017. Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar. Jawa Timur: CV. AE Media dan Grafika.
- Hamzah & Mohamad Nurdin. 2012. Belajar dengan Pendekatan Pailkem. Jakarta: PT Bumi   Aksara.
- Susanto,Ahmad. 2013. Teori Belajar & Pembelajaran Disekolah Dasar.
Jakarta: Prenadamedia Group.



Rabu, 20 Maret 2019

1.Konsep dan Prinsip Belajar dan Pembelajaran.

a. Pengertian belajar.
Menurut R. Gagne (1989) belajar dapat didefinisikan sebagai suatu proses dimana sustu organisme berubah perilakunya sebagai akibat pengalaman. Menurut Burton dalam usman dan setiawati(1993:4),belajar dapat diartikan sebagai perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antara individu dengan individu lain dan individu dengan lingkungannya sehingga mereka lebih mampu berinteraksi dengan lingkungannya. Menurut E.R. Hilgard (1962) suatu perubahan kegiatan reaksi terhadap lingkungannya.
Sementara menurut Hamalik (2003) menjelaskan bahwa belajar adalah memodifikasi atau mempertenguh prilaku melalui pengalaman (learning is defined as the modificator or strengthening of behavior through experiencing). Menurut pengertian ini, belajar  merupakan suatu proses,suatu kegiatan, dan bukan merupakan suatu hsil dan tujuan. W.S Winkel (2002) adalah suatu aktifitas mental yang berlangsung dalam interaksi aktif antara seseorang dengan lingkungan dan menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman,keterampilan, dan nilai sikap yang bersifat relative konstan dan berbekas.
Jadi dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu aktivitas yang dilakukan seseorang dengan sengaja dalam keadaan sadar untuk memeperoleh suatu konsep, pemahaman, dan pengetahuan baru sehingga memungkinkan seseorang terjadinya perubahan perilaku yang relative tetap baik dalam berpikir, merasa, maupun, dalam bertindak.

b.Pengertian pembelajaran.

Kata pembelajaran merupakan perpaduan dari dua aktivitas belajar dan mengajar. Aktivitas belajar secara metodologis cenderung lebih dominan pada siswa, sementara mengajar secara instruksional dilakukan oleh guru. Jadi, istilah pembelajaran adalah ringkasan dari kata belajar dan mengajar. Pembelajaran adalah penyederhanaan dari kata belajar dan mengajar, proses belajar mengajar atau kegiatan belajar mengajar.

Menurut undang-undang system pendidikan nasional no.20 tahun 2003 pembelajaran dapat diartikan sebagai proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Menurut pengertian ini, pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidikan agar terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan, kemahiran, dan tabiat, serta pembentukan sikap dan keyakinan pada peserta didik.

Pengertian yang diidentikkan dengan kata “mengajar” berasal dari kata dasar “ajar” yang berarti petunjuk yang diberikan kepada orang supaya diketahui. Kata pembelajaran yang semula diambil dari kata “ajar” ditambah awalan pe” dan akhiran “an” menjadi kata pembelajaran diartikan sebagai proses, perbuatan, cara mengajar, atau mengajarkan sehingga anak didik mau belajar.

2.Perbedaan pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran.

-Pendekatan adalah (menurut T.Raka Joni,1991), menunjukana cara umum dalam memandang pemecahan atau objek kajian sehingga berdampak ibaratkan seorang yang memandang alam sekitar. Kacamata hijau akan menyebabkan lingkungan kelihatan kehijau-hijauan.
-Strategi menurut (T.Raka joni,1991), adalah ilmu dan kiat dalam memanfaatkan segala sumber yang dimiliki dan yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
-Metode menurut (Fred Percival dan Henry Ellington 1984) adalah cara yang umum untuk menyampaikan pelajaran kepada peserta didik atau mempraktikkan teori yang telah dipelajari dalam rangka mencapai tujuan belajar.
-Teknik menurut (T.Raka Joni,1991), menunjukan keragaman khas dalam mengaplikasikan suatu metode sesuai dengan latar tertentu.

3. Faktor-faktor penentu dalam pemilihan strategi pembelajaran.
- Tujuan pembelajaran
Tujuan pembelajaran menyangkut 3 komponen perilaku yaitu pengetahuan keterampilan dan sikap.
- Bahan
Bahan pembelajaran maksudnya adalah materi pelajaran yang akan disampaikan kepada peserta didik atau yang harus dipelajari oleh siswa.
- siswa
Dalam memilih strategi pembelajaran faktor siswa perlu di perhatikan mengingat tujuan yang ingin dicapai dalam belajar adalah perubahan perilaku siswa. Setelah mempertimbangkan tujuan dalam strategi pembelajaran faktor siswa akan menjadi salah satu pertimbangannya.
- Guru hal yang harus kita pahami sebagai seorang guru adalah faktor keterbatasan seorang guru adalah faktor keterbatasan karena setiap guru memiliki kelebihan dan kekurangan.

4. Berbagai jenis strategi pembelajaran
a. Berdasarkan pertimbangan proses pengolahan pesan yaitu:
    - strategi pembelajaran deduktif merupakan strategi pembelajaran yang
          menekankan pada proses penyampaian materi secara verbal seorang guru                                                           atau istruktur kepada sekelompok peserta didik latih dengan maksud agar peserta                                          didik latih dapat menguasai materi pelajaran secara optimal.
  -  strategi pembelajaran induktif
      b. Berdasarkan pertimbangan pihak pengolah pesan yaitu:
          - strategi pembelajaran ekspositorik.
          - strategi pembelajaran heuristik.
     c. Berdasarkan pertimbangan taksomi hasil belajar yaitu:
         - strategi pembelajaran tatap muka.
         - strategi pembelajaran melalui media.
    d. Berdasarkan pertimbangan taksomi hasil belajar yaitu:
       - strategi belajar mengajar kognitif.
       - strategi belajar mengajar keterampilan.
       - strategi belajar mengajar afektif.


                          Daftar Rujukan
- Rusman. 2001. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Kharisma Putra Utama.
- Rianto,Milan. 2006. Pendekatan, Strategi, dan metode pembelajaran. Malang.
- Susanto,Ahmad. 2013. Teori Belajar dan Pembelajaran disekolah dasar. Jakarta:Prenadamedia Group.