Rabu, 24 April 2019

A. Hakikat, Fungsi, dan Peranan Media Pembelajaran.
 1. Hakikat media pembelajaran.
        Dalam buku yosfan Azwandi(2007:89) bahwa kata media berasal dari bahasa latin an merupakan bentuk jamak dari kata "medium" yang berarti perantara atau pengantar. Dalam proses komunikasi, media merupakan apa saja yang mengantarkan atau membawa informasi ke penerima informasi. Didalam proses belajar mengajar yang pada hakiatnya juga merupakan proses komunikasi, informasi atau pesan yang dikomunikasikan adalah isi atau bahan ajar yang telah ditetapkan dalam kurikulum, sumber informasi adalah guru, penulis buku atau modul, perancang dan pembuat media pbelajaran lainnya sedangkan penerima informasi adalah siswa.
        Menurut Heinich, dkk.(1993) dalam buku Sri Anitah (2008:6.3) media merupakan alat saluran komunikasi. Media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata "medium" yang secara harfiah berarti perantara, yaitu perantara yaitu perantara sumber pesan (a source) dengan peneria pesan (a receiver). Heinich mencontohkan media ini, mencontohkan media ini seperti film, televisi, bahan tercetak, komputer dan instruktur.                                                
       Menurut schramm,1977 dalam buku sri anitah (2008:6.4) Media merupakan teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran. Sedangkan menurut NEA, 1969 dalam buku sri Anitah (2008:6.4) Media merupakan sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang dengar termasuk teknologi perangkat kerasnya.
      Sedangkan menurut pendapat saya media merupakan sarana atau alat komunikasi yang bertujuan untuk membantu guru dalam menerangkan atau menjelaskan  pelajaran.
2. Peranan media pembelajaran.
        Dalam buku Sri Anitah pentingnya peranan media dalam suatu proses pembelajaran. Kegiatan pembelajaran itu sendiri pada hakikatnya merupakan proses komunikasi. Dalam proses komunikasi, biasanya guru berperan sebagai komunikator (communicator) yang bertugas menyampaikan pesan atau bahan ajar (massage) kepada siswa. Siswa dalam hal ini bertindak sebagai penerima pesan. Agar pesan atau bahan ajar yang disampaikan guru dapat diterima oleh siswa maka diperlukan wahana penyalur pesan yaitu media pembelajaran.
Dalam sistem pembelajaran modern saat ini, siswa tidak hanya berperan sebagai komunikan atau penerima pesan, bisa saja siswa bertindak sebagai komunikator atau penyampai pesan. Dalam bentuk komunikasi pelajaran manapun sangat dibutuhkan peran media untuk lebih meningkatkan tingkat keefektifan pencapaian tujuan atau kompetensi. Artinya proses pembelajaran tereebut akan terjadi apabila ada komunikasi antara penerima pesan dengan sumber atau penyalur pesan lewat media.
3. Fungsi media pembelajaran.
   a. Penggunaan media pembelajaran bukan merupakan fungsi tambahan tetapi memiliki fungsi tersendiri sebagai sarana bantu untuk mewujudkan sesuai pembelajaran yang lebih efektif.
   b. Media pembelajaran merupakan bagian integral dari keseluruhan proses pembelajaran. Hal ini mengandung pengertian bahwa media pembelajaran sebagai salah satu komponen yang tidak berdiri sendiri tetapi saling berhubungan dengan komponen lainnya dalam rangka menciptakan situasi belajar yang diharapkan.
     c. Media pembelajaran dalam penggunaanya harus relevan dengan kompetensi yang ingin dicapai dan isi pembelajaran itu sendiri. Fungsi ini mengandung makna bahwa penggunaan media dalam pembelajaran harus selalu melihat kepada kompetensi dan bahan ajar.
     d. Media pembelajaran bukan berfungsi sebagai alat hiburan. Dengan demikian, tidak giperkenankan menggunakannya hanya sekedar untuk permainan atau memancing perhatian siswa semata.
    e. Media pembelajaran bisa berfungsi untuk mempercepat proses belajar, fungsi ini mengandung arti bahwa dengan media pembelajaran siswa dapat menangkap tujuan dan bahan ajar lebih mudah dan lebih cepat.
    f. Media pembelajaran berfungsi untuk meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar.
    g. Media pembelajaran meletakkan dasar-dasar yang konkret untuk berfikir.

B. Jenis dan karekteristik media pembelajaran.
     Dalam buku Sri Anita (2008:6.17) menjelaskan jenis dan karekteristik media pembelajaran yaitu:
      a. Media visual.
              Media visual adalah media yang hanya dapat dilihat dengan menggunakan indra penglihatan. Jenis media inilah yang sering digunakan oleh guru-guru sekolah dasar untuk membantu menyampaikan isi atau materi pembelajaran.
      1. Media visual yang dapat diproyeksikan pada dasarnya adalah media yang menggunakan alat proyeksi (projector) sehingga gambar atau tulisan tampak layar. Media proyeksi ini bisa berbentuk media proyeksi diam minsalnya gambar diam dan media proyeksi bergerak.
     2. Media Visual Tidak Diproyeksikan.
          * Gambar fotografik.
                Gambar fotografi atau seperti fotografi ini termasuk kedalam gambar diam/mati , minsalnya gambar tentang manusia, binatang, tempat atau objek lainnya yang ada kaitannya dengan isi/bahan pembelajaran yang akan disampaikan kepada siswa.
          * Grafis
                Media grafis ini merupakan media pandang dua dimensi (bukan fotografik) yang dirancang secara khusus untuk mengkomunikasikan pesan pembelajaran. Jenis-jenis grafis yaitu:
       -grafik merupakan gambar yang sederhana untuk menggambarkan data kuantitatif yang akurat dan mudah untuk dimengerti.
      -bagan biasanya dirancang dirancang untuk menggambarkan atau menunjukan suatu ide atau gagasan melalui garis, simbol,gambar, dan kata-kata singkat.
     -diagram merupakan suatu gambaran sederhana yang dirancang untuk memperlihatkan tentang tata kerja dari suatu benda, teruama dengan garis-garis.
        -poster merupakan suatu kombinasi visual yang terdiri atas gambar dan pesan/tulisan, biasanya dengan menggunakam warna yang mencolok.
        -kartun merupakan penggambaran dalam bentuk lukisan atau karikatur tentang orang,gagasan atau situasi yang di rancang untuk membentuk opini siswa.
   
* media tiga dimensi.
       Model ini merupakan tiruan dari beberapa objek nyata, seperti objek yang terlalu besar, objek yang terlalu jauh, objek yang terlalu kecil, objek yang terlalu mahal, objek yang jarang ditemukan atau objek yang terlqlu rumit dibawa kedalam kelas dan sulit dipelajaro siswa wujud aslinya.

b. Media Audio
        Merupakan media yang mengandung pesan dalam bentuk auditif (hanya dapat didengar) yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan para siswa untuk mempelajari bahan ajar.

c. Media Audiovisual.
          Merupakan kombinasi audio dan visual atau biasanya disebut media pandang dengar seperti televisi dan cd.

C. Pemilihan, penggunaan, perawatan media pembelajaran sederhana.
    -  Dalam buku Sri Anita (2008:6.36) menjelaskan jenis dan karekteristik media pembelajaran yaitu:
      Kegiatan pemilihan media pembelajaran ini merupakan bagian tak terpisahkan dari keseluruhan proses penggunaan media pembelajaran.
         1. Tujuan Pemilihan Media Pembelajaran.
               Memilih media pembelajaran yang akan digunakan harus berdaarkan maksud dan tujuan pemilihan yang jelas. Untuk kegiatan pembelajaran atau untuk pemberian informasi yang sifatnya umum atau untuk sekedar hiburan saja? Jika digunakan untuk kegiatan pembelajaran, apakah untuk pembelajaran yang sifatnya individual atau kelompok? Tujuan pemilihan ini sangat berkaitan dengan kemampuam anda dalam menguasai berbagai jenis media pembelajaran beserta karkteristik.
       2. Karakteristik media pembelajaran
                Setiap media pembelajaran memiliki karakteristik tertentu, baik dilihat dari segi keandalannya, cara pembuatannya maupun cara penggunaannya. Pemahaman terhaap karakteristik berbagai media pembelajaran merupakan kemampuan dasar yang perlu dimiliki dalam kaitannya dengan pemilihan media pembelajaran ini.
3. Alternatif media pembelajaran yang dapat dipilih.
           Memilih media pembelajaran pada dasarnya merupakan proses mengambil atau menentukan keputusan dari berbagai pilihan yang ada.

Menurut heinich(1982) yang dikutip sugyar dkk(2009) dalam buku mohamad syarif sumantri (2015:305) yaitu:
1. Menganalisis karaktetistik kelompok sasaran.
2. Menyatakan atau merumuskan tujuan pembelajaran.
3. Memilih, memodifikasi atau merancang dan mengembangkan materi dan media yang tepat.
4. Meminta tanggapan kepada siswa.
5. Mengevaluasi proses belajar.

- Penggunaan media pembelajaran dalam buku sri anita (2008:6.39-6.44)
      1.cara menggunakan grafik
 Dalam proses pembelajaran sering disajikan data yang sifat kuantitatif, hal ini dapat digambarkan dengan tepat melaui grafik. Minsalnya, para siswa akan mempelajari hasil produksi padi dari suatu negara atau keadaan penduduknya dan luas wilayahnya maka akan lebih muda apabila dibantu dengan menggunakan grafik.
     2. Cara menggunakan bagan diagram
Terlebih dahulu buat suatu perencanaan brupa garis atau sketsa. Usahakan  buat bagan yang sederhana tetapi sesuai dengan sasaran. Apabila kelas besar buat bangan yang besar pula. Gunakan warna yang digunakan anak-anak.

- pemeliharaan media pembelajaran Dalam buku sri anita (2008:6.44-6.46)
      1. Media grafis, seperti bagan, diagram, grafik, poster dan kartun yang sibuat dengan ukuran cukup besar (ukuran karton manila) bisa diberi bingkai pada bagian atas dan bawahnya. Cara menyimpannya tidak digulung atau dilipat supaya media tersebut tidak cepat rusak atau robek. Janganlah media tersebut digantung diruang kelas sepanjang tahun dan hanya berfungsi sebagai hiasan kelas belaka. Hal tersebut hanya mengganggu konsentrasi siswa yang sedang belajar.
    2. Display cara memeliharanya lembar-lembar gambar digantung atau disandarkan. Ukuran gambar besar sehingga dapat dibaca atau dilipat oleh siswa alam kelas.
   3. Apabila pihak sekolah memiliki dana yang cukup memadai, sebaiknya disediakan ruang tertentu untuk menyimpan berbagai media pembelajaran, baik yang telah dibuat sendiri oleh guru maupun hasil membeli dari toko sehingga media tersebut awet atau tahan lama dan terpelihara dengan baik.

D. Pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar.
  Dalam buku sri anita (2008:6.61-6.62) yaitu :
       Lingkungan sebagai sumber belajar memiliki nilai-nilai yang sangat berharga yang dapat dioptimalkan dalam proses pembelajaran. Lingkungan dapat memperkaya baahn dan kegiatan belajar siswa. Lingkungan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar terdiri atas lingkungan sosial dan lingkungan fisik atau lingkungan alam. Lingkungan sosial dapat digunakan untuk mempelajari ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan. Limgkungan alam dapat digunakan untuk mempelajari gejala-gejala alam serta dapat menumbuhkan kesadaran siswa akan cinta alam dn berpartisipasi dalam memmelihara alam.
      Prosedur belajar untuk memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar dapat ditempuh melalui kegiatan dengan membawa soswa ke lingkungan seperti survei, karyawisata, berkemah dialam terbuka, praktek lapangan, dan pelayanan kepada masyarakat atau dengan membawa lingkungan kedalam kelas atau sekolah seperti pemanfaatan narasumber yang ada pada masyarakat untuk berbicara disekolah. Agar penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar berhasil dengan baik, perlu dilakukan perencanaan, pelaksanaan dan tindak lanjut. Dalam langkah-langkah tersebut, guru dan siswa terlibat aktif sehingga kegiatan pemanfaatan lingkungan tersebut menjadi tanggung jawab bersama.



Daftar Rujukan

- Anitah Sri. 2008. Strategi Pembelajaran di SD. Jakarta: Universitas terbuka.
- Azwandi Yosfan. 2007. Media Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus. Jakarta.
- Syarif Sumantri Mohamad. 2015. Strategi Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers.
   

     




Rabu, 10 April 2019

Metode Mengajar

A. Hakikat dan faktor-faktor dalam pemilihan metode mengajar.
    a. Hakikat metode mengajar
      Dalam buku Sry Anita metode mengajar merupakan salah satu komponen yang harus digunakan dalam kegiatan pembelajaran karena untuk menapai tujuan pembelajaran maupun dalam upaya membentuk kemampuan siswa diperlukan adanya suatu metode atau cara mengajar yang efektif.
Sedangkan dalam buku Ahmad Susanto menurut dajamarah (2002:53) adalah cara yang digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Menurut saya metode mengajar adalah suatu cara yang dilakukan oleh guru dalam proses pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik dan efektif.
  b. Faktor-Faktor yang perlu diperhatikan dalam pemilihan metode mengajar.
      Dalam buku Sry Anitah (2008) yaitu:
1. Tujuan pembelajaran atau kompetensi siswa.
        Tujuan pembelajaran atau kompetensi yang akan dicapai siswa merupakan                                                  faktor utama yang harus di pertimbangkan dalam pemilihan metode mengajar.
2. Karakteristik bahan pengajaran atau materi pelajaran.
         Memiliki beberapa aspek yaitu:
     - aspek konsep merupakan substansi isi pelajaran yang berhubungan dengan pengertian,atribut,karakteristik label atau ide dan gagasan sesuatu. Artinya guru akan memilih metode mana yang dianggap sesuai jika akan mengajar tentang konsep begitu juga dengan aspek yang lainnya.
    - aspek fakta merupakan substansi isi pelajaran yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwa yang lalu data-data yang memiliki esensi objek dan waktu.
    - aspek nilai merupakan substansi materi pelajaran yang berhubungan dengan aspek perilaku baik dan buruk, yang benar atau yang salah, yang bermanfaat atau tidak bermanfaat.
3. Waktu yang digunakan.
          Pemilihan metode mengajar juga harus memperhatikan alokasi waktu yang tersedia dalam jam pelajaran ada beberapa metode mengajar yang dianggap relatif banyak menggunakan waktu, seperti metode, pemecahan, masalah, dan inkuiri.
B. Jenis-jenis metode mengajar.
1. Metode Ceramah
      Merupakan suatu cara penyajian bahan atau penyampaian bahan atau penyampaian bahan pelajaran secara lisan dari guru.
     Menurut suryafubroto (2009:155) peran murid dalam metode ceramah ini yang penting adalah mendengarkan dengan teliti dan mencatat yang pokok-pokok yang dikemukakan oleh guru.
 - kelebihan
        * Guru dapat menguasai seluruh arah kelas.
        * organisasi kelas sederhana.
 - Kekurangan
          * Guru sukar mengetahui sampai dimana murid-murid telah mengerti pembahasannya.
          * murid sering memberi pengertian lain dari hal yang dimaksid guru.
2. Metode diskusi
           Metode ini sering digunakan dalam pembelajaran kelompok atau kerja kelompok yang didalamnya melibatkan beberapa orang siswa untuk menyelesaikan pekerjaan atau tugas atau permasalahan.
 - kelebihan
         * Bertukar pikiran
         * Merangsang siswa untuk berpendapat
         * mengembanngkan rasa tanggung jawab
         * membina kemampuan berbicara.
- kekurangan
        * Menggunakan waktu yang cukup banyak
        * Apabila siswa tidak memahami konsep dasar permasalahan maka diskusi tidak akan efekti.
      3. Metode simulasi
            Merupakan salah satu metode mengajar yang dapat digunakan dalam pembelajaran kelompok proses pembelajaran yang mengunakan simulasi cenderung objeknya bukan benda atau kegiatan yang sebenarnya, melakukan kegiatan mengajar yang bersifat pura-pura.
  - kelebihan
           * siswa dapat melakukan interaksi sosial dan komunikasi dalam kelompok.
           * aktivitas siswa cukup tinggi dalam pembelajaran sehingga sehingga terlibat langsung dalam pembelajaran.
 - kekurangan
         * Menggunakan waktu yang banyak
         *  Sangat bergantung pada aktivitas siswa
         * Banyaknya siswa yang kurang mampu menyenangi simulasi sehingga simulasi menjadi tidak efektif.
4. Metode demontrasi
          Merupakan metode mengajar yang menyajikan bahan pelajaran dengan mempertunjukan secara langsung objek atau cara melakukan sesuatu sehingga dapat mempelajarinya secara proses.
            - kelebihan
                     * Siswa-siswa dapat  memahami bahan pelajaran sesuai dengan objek sebenarnya
                     * Dapat mengembangkan rasa ingin tahu siswa.
           - kekurangan
                       * hanya dapat menimbulkan cara berpikir yang kongkrit saja
                        * jika jumlah siswa banyak dan posisi siswa tidak diatur maka demonstrasi tidak efektif.
 5. Metode Eksperimen
              Merupakan metode mengajar yang dalam penyajian atau pembahasan materinya melalui percobaan atau mencobakan sesuatu serta mengamati secara proses.
6. Metode inkuiri
            Dalam buku Abdul Aziz Wahab(2012)  metode inkuiri meruapkan salah satu prosedur mengajar yang menekankan pada studi individual, manipulasi objek dan percobaan lain sebelum siswa membuat generalisasi.

C. Hubungan pengalaman belajar dengan metode mengajar.
      Pengalaman Belajar dalam buku Wina sanjaya (2015:160) pengalaman belajar adalah sejumlah aktivitas siswa yang dilakukan untuk memperoleh informasi kopetensi baru sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.
   SedangkanDalam buku Sry Anita metode mengajar merupakan salah satu komponen yang harus digunakan dalam kegiatan pembelajaran karena untuk menapai tujuan pembelajaran maupun dalam upaya membentuk kemampuan siswa diperlukan adanya suatu metode atau cara mengajar yang efektif.
Hubungan pengalaman dengan metode belajar adalah siswa sama-sama melakukan suatu aktifitas yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan.




Daftar Rujukan

- Anita Sry.2008. Strategi pelajaran SD. Jakarta: Universitas Terbuka.
- Suryosubroto. 2009. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.
- Susanto Ahmad. 2013. Teori Belajar dan Pembelajaran di SD. Jakarta: Prenadamedia Group.
- Sanjaya Wina. 2015. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Kencana.
- Wahab Abdul Aziz. 2012. Metode dan Model Mengajar. Bandung:Alfabeta.

Selasa, 02 April 2019

Prosedur Pembelajaran

        Menurut Muslich (2007:72)dalam buku Suprihatinigrum, Jamil.2016.hal 118 pelaksanaan pembelajaran diarahkan pada 3 aspek yaitu:
A.  Kegiatan pra dan awal pembelajaran
     1. Mempersiapkan siswa untuk belajar kesiapan siswa antara lain mencakup kehadiran                              kerapian, ketertiban, dan perlengkapan pelajaran.
    2. Melakukan kegiatan apersepsi mengaitkan materi pelajaran sekarang dengan pengalaman siswa atau pembelajaran sebelumnya (termasuk kemampuan prasyarat) mengajukan pertanyaan menantang, menyampaikan manfaat materi pembelajaran dan mendemontrasikan sesuatu yang terkait dengan materi pembelajaran.

B.Kegiatan inti dalam pembelajaran.
    1. Penguasaan materi pelajaran.
       a. Menunjukan penguasaan materi pembelajaran, memperlihatkan tingkat kebenaran keakuratan pembelajaran yang dibahas pada substansi materi usaha gaya dan energi.
       b. Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan dan menghubungkan materi yang disampaikan dengan disampaikan dengan materi yang relevan.
      c. Menyampaikan materi dengan jelas sesuai dengan hierarki belajar dan karakteristik siswa materi disajikan dengan alur pikiran siswa dan tahapan yang dapat dimengerti siswa.
     d. Mengaitkan materi dengan realitas kehidupan realita kehidupan antara lain mencakup mata pencarian, pendidikan keadaan geografi, adat istiadat, dan sebagainya.
 2. Pendekatan dan strategi pembelajaran.
     a. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi (tujuan) yang akan di capai dan karakteristik siswa pembelajaran sesuai dengan jelas kopetensi (tujuan).
    b. Melaksanakan pembelajaran secara runtut: metode dan materi di paparkan secara sistematis sesuai dengan konteks memperhatikan persyarat dan kemampuan berfikir siswa.
    c. Menguasai kelas: guru dapat mengendalikan pembelajaran perhatian siswa terfokus
pada pelajaran dan disiplin kelas terpelihara.
   d. Melaksanakan pembelajaran yang bersifat kontekstual, kontektual merujuk pada tuntutan situasi dan lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
   e. Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif, kebiasaan positif antara lain dapat berbentuk kerja sama, tanggup jawab, disiplin dan berpikir kritis.
    f. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang direncanakan guru mulai dan mengakhiri tahap-tahap pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang telah di tetapkan.
 3. Pemanfaatan sumber atau media pembelajaran.
     a. Menggunakan media secara efektif dan efisien: terampil memanfaatkan lingkungan dan sumber belajar lainnya secara efektif dan efisien mencapai target dan sesuai dengan alokasi waktu yang ditetapkan terampil mengoperasikan media pembelajaran, misalnya mengoperasikan dengan benar dan lancar.
    b. Menghasilkan pesan yang menarik media yang digunakan berhasil memusatkan perhatian siswa sehingga pesan dapat ditangkap dengan jelas.
    c. Melibatkan siswa dalam pemanfaatan media: siswa dilibatkan dalam kegiatan pembuatan dan pemanfaatan sumber belajar atau media pembelajaran yang auntentik, termasuk sumber belajar yang tersedia diperpustakaan, minsalkan siswa membuat, memodifikasi, mendemonstrasikan, dan menggunakan media.
 4. Pembelajaran yang memicu dan memelihara keterlibatan siswa .
    a. Menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran melakukan kegiatan yang memancing keatifan siswa, baik secara mental, emosional, maupun fisik dengan guru, teman atau sumber belajar.
    b. Menunjukan sikap terbuka terhadap respon siswa menghargai pendapat siswa, mengakui kebenaran pendapat siswa dan mengakui keterbatasan diri.
    c. Menumbuhkan antusiasme siswa dalam belajar siswa tampak senang dan bersrmangat mengikuti pembelajaran.
  5. Penggunaan bahasa.
     a. Menggunakan bahasa lisan dan tulis secara jelas, baik, dan benar, bahasa lisan yang mudah dipahami dan tidak menimbulkan penafsiran ganda atau salah tafsir.
  b. Menyampaikan pesan gaya yang sesuai ekspresi wajah intonasi suara, serta gerakan tubuh sesuai dengan pesan yang disampaikan dan menarik.

C. Kegiatan akhir dan tindak lanjut pembelajaran.
    a. Melakukan refleksi atau membuat rangkuman dengan melibatkan siswa, mengajak siswa untuk mengingatkan kembali hal-hal penting yang terjadi dalam kegiatan yang sudah berlangsung minsalnya dalam mengajukan pertanyaan tentang proses, materi dan kejadian lainnya. Memfalidasi siswa dalam membuat rangkuman, minsalnya dengan mmengajukan pertanyaan penutupan agar siswa dapat merumuskan bagaimana yang benar.
    b. Guru bersama-sama dengan siswa dan sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran.
    c. Melakukan penilaian dan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram.
    d. Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran
    e. Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan memberikan tugas, baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar siswa.
    f. Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.















Daftar Rujukan

 Suprihatiningrum,Jamil. 2016. Strategi Pembelajaran Teori dan aplikasi . Yogyakarta: Ar- Ruzz     Media.