Strategi pembelajaran 2
1. Pengertian belajar.
Menurut R. Gagne (1989) belajar dapat didefinisikan sebagai suatu proses dimana sustu organisme berubah perilakunya sebagai akibat pengalaman. Menurut Burton dalam usman dan setiawati(1993:4),belajar dapat diartikan sebagai perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antara individu dengan individu lain dan individu dengan lingkungannya sehingga mereka lebih mampu berinteraksi dengan lingkungannya. Menurut E.R. Hilgard (1962) suatu perubahan kegiatan reaksi terhadap lingkungannya.
Sementara menurut Hamalik (2003) menjelaskan bahwa belajar adalah memodifikasi atau mempertenguh prilaku melalui pengalaman (learning is defined as the modificator or strengthening of behavior through experiencing). Menurut pengertian ini, belajar merupakan suatu proses,suatu kegiatan, dan bukan merupakan suatu hsil dan tujuan. W.S Winkel (2002) adalah suatu aktifitas mental yang berlangsung dalam interaksi aktif antara seseorang dengan lingkungan dan menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman,keterampilan, dan nilai sikap yang bersifat relative konstan dan berbekas.
Jadi dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu aktivitas yang dilakukan seseorang dengan sengaja dalam keadaan sadar untuk memeperoleh suatu konsep, pemahaman, dan pengetahuan baru sehingga memungkinkan seseorang terjadinya perubahan perilaku yang relative tetap baik dalam berpikir, merasa, maupun, dalam bertindak.
2. Karekteristik proses belajar dan tahapan perkembangan siswa sekolah dasar .
a. Karakteristik proses belajar sd.
Karakteristik proses pembelajaran disesuaikan denga karaktetistik kompetensi. Pembelajaran di sd disesuaikan dengan tingkat perkembangan perserta didik. Karakteristik proses belajar disesuaikan dengan karakteristik kompetensi.
Proses belajar sepenuhnya diarahkan pada pengembangan ketiga ranah tersebut secara utuh atau holistik artinya pengembangan ranah yang satu tidak bisa di pisahkan dengan ranah lainnya
.
b. Tahap perkembangan siswa sd.
- Tahap perkembangan individu dipengaruhi oleh faktor-faktor pembawaan dan lingkungan.
- Tahap perkembangan adalah proses kontinu.
- Tahap perkembangan individu mencakup diferensiasi dan integrasi konsep diri dan perspesi tentang dunianya.
- tahap perkembangan individual menyebabkan adanya keragaman individual.
3. Karekteristik pembelajaran di sekolah dasar.
Menurut Manger (1997:54) menyampaikan beberapa kriteria yang digunakan dalam memilih strategi pembelajaran:
a. Berorientasi pada tujuan pembelajaran. Tipe perilaku apa yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik.
b. Pilih teknik pembelajaran sesuai dengan keterampilan yang dapat diharapkan dapat dimiliki saat bekerja nanti .
c. Gunakan media pembelajaran yang sebanyak mungkin memberikan ransangan pada indera peserta didi. Artinya dalam satuan-satuan waktu yang bersamaan peserta didik dapat melakukan aktivitas fisik dan psikis.
Daftar Rujukan
- Budiarti,Melik. 2017. Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar. Jawa Timur: CV. AE Media dan Grafika.
- Hamzah & Mohamad Nurdin. 2012. Belajar dengan Pendekatan Pailkem. Jakarta: PT Bumi Aksara.
- Susanto,Ahmad. 2013. Teori Belajar & Pembelajaran Disekolah Dasar.
Jakarta: Prenadamedia Group.
Menurut pendapat saudara apakah karakteristik anak sd kelas tnggi dan rendah itu berbeda mohon penjelasannya
BalasHapusMenurut saya berbeda karena siswa kelas rendah belajarnya masih suka bermain,berkelompok dan sedangkan siswa kelas tinggi sudah mulai fokus untuk belajar.
HapusBagaimana karakteristik belajar siswa kelas rendah
BalasHapusKaraktetistik belajar siswa kelas rendah karakteristiknya siswa senang bermain, contoh pembelajaran dalam bentuk yang abstrak, belajar berkelompok2,suka bergerak atau beraktifitas dan aktif
BalasHapusCoba saudara jelaskan apakah proses belajar dikelas rendah sama dengan proses belajar di kelas tinggi
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusCoba anda berikan contoh dari belajar
BalasHapus