Rabu, 01 Mei 2019

                     Keterampilan Dasar Mengajar 1

      Dalam Sri Anita(2008:7.1) Mengajar merupakan satu perkerjaan profesional, yang menuntut kemampuan yang kompleks untuk dapat melakukannya. Keterampilan dasar mengajar merupakan satu keterampilan yang menuntut latihan yang terprogram untuk dapat menguasainya. Penguasaan terhadap keterampilan ini memungkinkan guru mampu mengelola kegiatan pembelajaran secara lebih efektif. Jenis-jenis keterampilan Dasar Mengajar :

1. Keterampilan bertanya.
Keterampilan bertanya merupakan keterampilan yang paling sederhana dibandingkan dengan keterampilan lainnya.
A. Rasional
      Kegiatan bertanya dilakukan oleh semua orang tanpa memandang batas umur. Anak kecil sering mempertanyakan hal-hal yang ingin diketahuinya, bahkan pada masa perkembangan anak ada masa yang disebut "masa apa itu" yaitu masa anak kecil mempertanyakan segala sesuatu yang dilihatnya. Pada umumnya, tujuan bertanya adalah untuk memperoleh informasi, Namun, kegiatan bertanya yang dilakukan oleh guru, tidak hanya bertujuan untuk memperoleh informasi. Tetapi juga untuk meningkatkan terjadinya interaksi antara guru dengan siswa dan antara siswa dengan siswa. Yang lebih penting adalah untuk mendorong para suswa berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran.
B. Definisi dan fungsi pertanyaan.
      Menurut G.A. Brown dan R. Edmondson (1984) dalam buku Sri anita(2008:7.6) mendefinisikan pertanyaan sebagai "segala pertanyaan yang menginginkan tanggapan verbal (lisan). Fungsi pertanyaan menurut Turney (1979) dalam buku Sri Anita (2018:7.7)  adalah sebagai berikut :
     1. Membangkitkan minat dan keingintahuan siswa tentang suatu topik.
      2. Memusatkan perhatian pada masalah tertentu.
      3. Mengalakkan penerapan belajar aktif.
      4. Merangsang siswa mengajukan pertanyaan sendiri.
      5. Memberi kesempatan untuk siswa berdiskusi.
C. Komponen-Komponen Keterampilan Bertanya.
       1. Keterampilan Bertanya Dasar.
           a. Pengungkapan pertanyaan secara jelas dan singkat.
           b. Pemberian acuan .
           c. Pemusatan.
            d. Pemindahan giliran.
            e. Penyebaran.
       2. Keterampilan Bertanya Lanjut.
            a. Pengubahan tuntunan kognitif dalam menjawab pertanyaan.
            b. Pengaturan urutan pertanyaan.
            c. Penggunaan pertanyaan pelacak
            d. Peningkatan terjadinya interaksi.
 D. Prinsip Penggunaan.
             1. Keangatan dan keantusiasan.
             2. Menghindari kebiasaan-kebiasaan Berikut:
                  - Mengulangi pertanyaan sendiri
                 - Menjawab pertanyaan sendiri
                 - mengulangi jawaban siswa
            3. Memberikan Waktu berpikir.
            4. Mempersiapkan pertanyaan pokok yang akan diajukan.
            5. Menilai pertanyaan yang telah diajukan.

2. Keterampilan Memberi Penguatan.
         A. Pengertian dan Tujuan.
              Dalam buku Sri Anitah (2008:7.25) Penguatan adalah respons yang diberikan terhadap perilaku atau perbuatan yang dianggap baik, yang dapat membuat terulangnya atau meningatnya perilaku/perbuatan yang dianggap baik. Dalam kaitan dengan kegiatan pembelajaran, tujuan memberi penguatan adalah untuk:
            1. Meningkatkan perhatian siswa.
         2. Membangkitkan dan memelihara motivasi.
         3. Memudahkan siswa belajar.
         4. Mengontrol dan memodifikasi tingkah laku siswa serta mendorong munculnya perilaku yang positif.
         5. Menumbuhkan rasa percaya diri pada diri siswa.
         6. Memelihara iklim kelas yang kondusif.
   B. Komponen Keterampilan Memberi Penguatan.
1. Penguatan verbal.
         Penguatan verbal merupakan penguatan yang paling mudah digunakan dalam kegiatan pembelajaran, yang dapat diberikan dalam bentuk komentar, pujian, dukungan, pengakuan atau dorongan yang diharapkan dapat meningkat tingkah laku dan penampilan siswa.
2. Penguatan Nonverbal.
       Penguatan nonverbal dapat ditunjukan dengan berbagai cara sebagai berikut:
         a. Mimik dan gerakan badan.
         b. Gerakkan mendekati
         c. Sentuhan
         d. Kegiatan yang menyenaangkan.
 3. Penguatan Tak Penuh.
         Penguatan tak penuh diberikan untuk jawaban/respon siswa yang hanya sebagian benar dan sebagiannya harus di perbaiki.
  C. Prinsip Penguatan.
          1. Kehangatan dan keantusiasan.
          2. Kebermaknaan
          3. Menghindari penggunaan respons yang negatif.

3. Keterampilan mengadakan variasi.
         A. Pengertian dan Tujuan.
                 Dalam buku Sri Anitah (2008:7.38) Variasi adalah keanekaan yang membuat sesuatu tidak monoton. Variasi dapat berwujud perubahan-perubahan atau perbedaan-perbedaan yang sengaja diciptakan/dibuat untuk memberikan kesan yang unik.
                 Variasi didalam kegiatan pembelajaran bertujuan antara lain untuk hal-hal berikut:
      1. Menghilangkan kebosanan siswa dalam belajar.
      2. Meningkatkan motivasi siswa dalam mempelajari sesuatu.
      3. Mengembangkan keinginan siswa untuk mengetahui dan menyelidiki hal-hal baru.
      4. Melayani gaya belajar siswa yang beraneka ragam.
      5. Meningkatkan kadar keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran.
      B. Komponen-Komponen Keterampilan Mengadakan Variasi.
            1. Variasi dalam gaya mengajar.
                       Gaya mengajar seorang guru sering dikaitkan dengan kepribadian guru tersebut sehingga sering terdengar diantara para siswa bahwa guru A selalu duduk ketika berbicara, guru B sering marah-marah, guru C suka bergurau dan sebagainya.
                    a. Variasi suara.
                    b. Pemusatan perhatian
                    c. Kesenyapan
                    d. Mengadakan kontak mata
                    e. Gerakan badan dan mimik
            f. Perubahan dalam posisi guru.
  2. Variasi pola interaksi dan kegiatan.
            Pola interaksi dalam kegiatan pembelajaran dapat bervaroaso dari yang paling didominasi guru sampai yang berpusat pada siswa sendiri. Dilihat dari pengorganosasian siswa, pola interaksi dapat dibedakan atas pola interaksi klasikal, kelompok, dan perorangan. Berikut ini diberikan berbagai contoh variasi pola interaksi dan kegiatan:
         a. Kegiatan klasikal
        b. Kegiatan kelompok kecil
        c. Kegiatan berpasangan.
        d. Kegiatan perorangan.
 
  3. Variasi penggunaan alat bantu pembelajaran.
         Merupakan suatu faktor penting dalam kegiatan pembelajaran. Konsep yang sukar dan membosankan untuk disimak menjadi menarik jika disajikan dengan menggunakan media dan alat yang tepat.
          Sesuai dengan variasi tersebut maka variasi penggunaan alat bantu pembelajaran dapat dikelompokkan sebagai berikut:
          a. Variasi alat bantu pembelajaran yang dapat dilihat.
          b. Variasi alat bantu pembelajaran yang dapat didengar.
          c. Variasi alat bantu pembelajaran yang dapat diraba dan dimanipulasi.
C. Prinsip Penggunaan.
              Agar variasi dapat berfungsi secara efektif, guru perlu memperhatikan prinsip penggunaan sebagai berikut:
                   1. Variasi yang dibuat harus mengandung maksud tertentu serta sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, karakteristik kemampuan siswa, latar belakang sosial budaya, materi yang sedang disajikan, dan kemampuan guru menciptakan variasi tersebut.
                   2. Variasi harus berlangsung secara lancar dan berkesinambungan, hingga tidak merusak suasana kelas, dan tidak menganggu jalannya kegiatan belajar.
                   3. Variasi harus terjadi secara wajar, tidak berlebihan sehingga tidak menganggu terjadinya proses belajar.

4. Keterampilan menjelaskan.
     
            Dalam buku Sri Anitah (2008:7.54) Istilah menjelaskan sering dikacaukan dengan menceritakan.
              Kegiatan menjelaskan bertujuan untuk:
                 1. Membantu siswa memahami berbagai konsep, hukum, dalil, dan sebagai secara objektif dan berbalar.
                 2. Membimbing siswa menjawab pertanyaan "mengapa" yang muncul dalam proses pembelajaran.
                 3. Meningkatkan keterlibatan siswa dalam memecahkan berbagai masalah melalui cara berpikir yang lebih sistematis.
                 4. Mendapatkan balikan dari siswa tentang tingkat pemahamannya terhadap konsep yang dijelaskan an untuk mengatasi salah pengertian.
                 5. Memberi kesempatan kepada siswa untuk menghayati proses penalaran dalam penyelesaian ketidakpastian.



Daftar Rujukan

- Anitah Sri, dkk. 2008. Strategi Pembelajaran di SD. Jakarta: Universitas Terbuka.
- Suwarna. 2013. Modul  Pelatihan Pengembangan Keterampilan Dasar Pengembangan Keterampilan. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

   



3 komentar:

  1. Coba berikan contoh variasi mengajar yang baik pada pembelajaran b. Indonesia

    BalasHapus
  2. Contohnya dalam pembelajaran bahasa indonesia dalam mendogeng guru dapat menyampaikan dogeng dengan tidak bercerita saja tetap juga bisa dengan menyampaikan video

    BalasHapus
  3. Bagaimana jika seorang pendidik ituu kurang baik dalam kegiatan menjelaskan materii. Apa yang akan terjadi di kelas tsb

    BalasHapus