Rabu, 15 Mei 2019

Pengelolaan kelas

A. Hakikat pengelolaan kelas.
  Dalam buku Sri Anitah (2008:10.4) bahwa Pendekatan permisif menyatakan pengelolaan kelas adalah kegiatan guru dalam memaksimalkan kebebasan siswa. Peran guru adalah membantu siswa merasakan kebebasan untuk melakukan apa yang mereka inginkan kapan pun mereka mau(Weber, 1977).
  Menurut Weber (1977) dalam buku Sri Anitah (2008:10.5-10.6) yaitu:pertama, pengelolaan kelas adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan guru untuk mendorong munculnya tingkah laku siswa yang diharapkan dan menghilangkan tingkah laku yang tidak diharapkan. Berdasarkan pendekatan modifikasi tingkah laku peran guru dalam pengelolaan kelas adalah membantu siswa mempelajari tingkah laku yang diharapkan melalui penerapan prinsip-prinsip yang berasal dari teori penguatan. Kedua, pengelolaan kelas adalah serangkaian kegiatan yang dilaksanakan guru untuk mengembangkan hubungan interpersonal yang baik dan iklim sosio-emosional kelas positif. Pendekatan ini, peran guru dalam pengelolaan kelas adalah mengembangkan iklim sosio-emosional kelas yang positif melalui penciptaan hubungan interpersonal yang sehat, baik antara guru dan siswa maupun antara siswa dan siswa. Ketiga, pengelolaan kelas adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan guru untuk menciptakan dan memelihara organisasi kelas yang efektif. Pendekatan proses kelompok peran guru disini adalah membantu mengembangkan dan melaksanakan sistem kelas yang efektif.
   Pengelolaan kelas adalah serangkaian tindakan guru yang ditujukan untuk mendorong munculnya tingkah laku siswa yang diharapkan dan menghilangkan tingkah laku siswa yang tiak diharapkan, menciptakan hubungan interpersonal yang baik dan iklim sosio-emosional yang positif, serta menciptakan dan memelihara organisasi kelas yang produktif dan efektif atau secara singkat: pengelolaan kelas adalah usaha guru untuk menciptakan, memelihara, dan mengembangkan iklim belajar yang kondusif.
    Menurut Winzer(1995) dalam buku Sri Anitah (2008:10.8) menyatakan bahwa pengelolaan kelas adalah cara-cara yang ditempuh oleh guru dalam menciptakan lingkungan kelas agar tidak terjadi kekacauan dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencapai tujuan akademis dan sosial.
B. Perbedaan pengelolaan kelas dari pembelajaran.
         Dalam buku sri anitah (2008:10.8) perbedaan ini dapat kita lihat dari masing-masing tujuan pengelolaan kelas dan tujuan pembelajaran yaitu pengelolaan kelas bertujuan untuk menciptakan dan memelihara kondisi kelas yang memungkinkan berlasungnya proses pembelajaran yang efektif. Sedangkan pembelajaran mempunyai tujuan membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran.
C. Pentingnya Pengelolaan Kelas Dalam Proses Pembelajaran.
          Dalam uraian pembelajaran adalah serangkaian kegiatan yang ditujukan untuk membantu siswa mencapau tujuan pembelajaran dan pengelolaan kelas adalah serangkaian kegiatan yang ditujukan untuk menciptakan kondisi kelas yang memungkinkan berlangsungnya proses pembelajaran. Hal ini menunjukan bahwa pengelolaan kelas yang efektif merupakan salah satu aspek penting dalam proses pembelajaran. Pengelolaan kelas yang efektif merupakan prasyarat terciptanya pembelajaran yang efektif.

Penataan lingkungan kelas

A. Penataan Lingkungan Fisik Kelas.
          Pengelolaan kelas yang efektif bermula dari penataan ruangan kelas dan isinya. Apa yang sebaiknya dilakukan guru dalam menata ruangan kelas dan isinya sehingga kelas memjadi lingkungan yang menarik dan efektif.
   1. Prinsip-prinsip penataan lingkungan fisik kelas.
           Lingkungan fisik kelas yang baik adalah ruangan kelas yang menarik, efektif serta mendukung siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Kelas yang tidak ditata dengan baik akan menjadi penghambat bagi siswa dan guru dalam kegiatan pembelajaran. Menurut Louisell (1992) dalam buku sri anita (2008:10.18) ketika menata lingkungan fisik kelas guru harus mempertimbangkan 5 hal berikut:
a. Keleluasaan pandangan.
          Hal pertama yang harus diperhatikan guru dalam menata ruangan kelas ialah keleluasaan pandangan . Artinya, penempatan atau penataan barang-barang didalam kelas tidak menganggu pandangan siswa dan guru sehingga siswa secara leluasa dapat memandang guru atau benda/kegiatan yang sedang berlangsung.
 b. Mudah dicapai.
             Ruangan hendaknya diatur dengan baik sehingga lalu lintas kegiatan belajar di kelas tidak terganggu.
c. Keluwesan.
             Barang-barang yang ada didalam kelas hendanya mudah untuk ditata dan di pindah-pindahkan sesuai dengan tuntunan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan siswa dan guru.
d. Kenyamanan.
       Prinsip kenyamanan ini berkenaan dengan temperatur ruangan, cahaya, suara, dan kepadatan kelas.
e. Keindahan.
        Ruangan kelas yang indah dan menyenangkan dan kondusif bagi kegiatan pembelajaran .
2. Penataan Tempat Duduk.
        Dalam menata tempat duduk, guru harus memperhatikan tujuan dan strategi pembelajaran. Seperti apabila tempat duduk yang ditata berjejer menghadap guru bertujuan untuk meningkatkan jumlah kerja yang dilakukan siswa. Tempat duduk yang membentuk huruf V strategi yang cocok dilaksanakan adalah metode ceramah juga tepat untuk diskusi kelas. Tempat duduk yang berhadap-hadapan dua orang dengan penataan tempat duduk seperti ini siswa dapat berlangsung bekerja kelompok setelah guru memberikan informasi umum tentang tugas-tugas yang harus dilaksanakan siswa dalam diskusi/ kerja kelompok.
B. Penataan Lingkungan psiko-sosial Kelas.
         Meskipun penataan lingkungan fisik kelas merupakan hal yang sangat penting dalam kegiatan pengelolaan kelas, keadaan lingkungan psiko-sosial kelas juga tidak kalah pentingnya dalam menciptakan kelas yng kondusif bagi proses pembelajaran. Bahkan Winzer (1995) memyatakan bahwa iklim psiko-sosial kelas berpengaruh terhadap hasil belajar, konsep diri, rasa harga diri, dan sikap siswa terhadap sekolah.
        Iklim psiko-sosial kelas kelas berkenaan dengan hubungan sosial-pribadi antara guru dan siswa serta antarsiswa. Hubungan yang harmonis antara guru dan siswa serta antarsiswa. Hubungan yang harmonis antara guru dan siswa serta antarsiswa akan dapat menciptakan iklim psiko-sosial kelas yang sehat dan efektif bagi berlangsungnya proses pembelajaran.
1. Karakteristik Guru.
         Berkenaan dengan pengelolaan iklim psiko-sosial kelas, Bandura (Good dan Brophy, 1990) dalam buku sri anita (2008:10.23) menyatakan bahwa keberhasilan guru dalam mengelola iklim psiko-sosial kelas dipengaruhi oleh karakteristik guru itu sendiri.
     a. Disukai oleh siswanya
     b.  Akrab dengan siswa dalam batas hubungan guru-siswa.
   c. Bersikap positif terhadap pertanyaan/respons siswa.
   d. Sabar, tenguh dan tegas.
  2. Hubungan sosial antara siswa.
           Hubungan soial kurang baik antarsiswa dapat mengganggu lancarnya kegiatan pembelajaran.
        Agar kegiatan kelompok dapat berhasil dengan baik guru harus memperhatikan hal-hal berikut (Weber, 1977) dalam buku sri anitah menyatakan yaitu:
     a. Perilaku yang diharapkan.
     b. Fungsi kepemimpinan.
     c. Pola persahabatan siswa.
     d. Norma/aturan.
     e. Kemampuan berkomunikasi.
     F. Kebersamaan.


- Anitah Sri, dkk.  2008. Strategi Pembelajaran di SD. Jakarta: Universitas Terbuka.
- Sumantri Mohammad Syarif. 2016. Strategi Pembelajaran : Teori dan Praktik Di Tingkat Penndidikan Dasar. Jakarta: Rajawali Pers.

4 komentar:

  1. Apa yh akan trjdi jika guru tdk dapat mengelola kelas dengan baik

    BalasHapus
  2. Menurut pendapat saya jika tidak mengelola kelas dengan baik mka terjadi kecaun atau gangguan sehingga pbm tidak berjlan dengan lancar.

    BalasHapus
  3. Apakah ada pebedaan dalam pengelolaan kelompok yang kecil dandpengekolaan kelaa kelonpok yang besar

    BalasHapus
  4. Apakah ada pebedaan dalam pengelolaan kelompok yang kecil dan pengelolaan kelompok yang besar

    BalasHapus