Rabu, 22 Mei 2019

Pembelajaran yang Efektif
Perencanaan Pembelajaran yang Efektif.
A. Pengertian Perencanaan Pembelajaran.
       Perencanaan pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu rangkaian yang saling berhubungan dan saling menunjang antara berbagai unsur atau komponen yang ada didalam pembelajaran atau dengan pengertian lain, yaitu suatu proses mengatur, mengkoordinasikan, dan menetapkan unsur-unsur atau komponen-komponen pembelajaran.
B. Komponen perencanaan pembelajaran.
       1. Pada hakikatnya merupakan arah dari suatu program berupa tujuan pembelajaran yang istilah dalam kurikulum berbasis kompetensi disebut kompetensi.
       2. Berkenaan dengan isi atau materi yang harus diberikan untuk mencapai tujuan/kompetensi tersebut.
       3. Berkenaan dengan strategi pelaksanaan, dan
        4. Berkenaan dengan penilaian yang digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan pembelajaran.
C. Prinsip Perencanaan Pembelajaran.
       Dalam buku sri anitah (2008:12.8) terdapat prinsip-prinsip perencanaan pembelajaran yaitu:
     1. Perencanaan pembelajaran harus berdasarkan kondisi siswa.
     2. Perencanaan pembelajaran harus berdasarkan kurikulum yang berlaku.
     3. Perencanaan pembelajaran arus memperhitungkan waktu yang tersedia.
    4. Perencanaan pembelajaran harus merupakan urutan kegiatan belajar yang sistematis.
  5. Perencanaan pembelajaran bila perlu lengkapi dengan lembaran kerja tugas dan atau lembar observasi.
 6. Perencanaan pembelajaran harus bersifat pleksibel.
 7. Perencanaan pembelajaran harus berdasarkan pada pendekatan sistem yang mengutamakan keterpaduan antara tujuan/kompetensi, materi, kegiatan belajar dan evaluasi.
D.  Prosesur Perencanaan pembelajaran.
        1. Penyusunan silabus
                 Silabus merupakan produk utama dari pengembangan kurikulum sebagai suatu rencana tertulis yang harus memiliki keterkaitan dengan produk pengembangan kurikulum lainnya yaitu proses pembelajaran. Pengembangan silabus tersebut diharapkan dapat memenuhi prinsip-prinsip sebagai berikut:
             a. Ilmiah dalam arti bahwa penetapan isi silabus harus memenuhi kebenaran ilmiah dan teruji kesahihannya jika memungkinkan perlu melibatkan ahli mata pelajaran.
              b. Memperhatikan perkembangan dan kebutuhan siswa dalam penetapan cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian isi/materi dalam silabus.
              c. Sistematis dalam arti bahwa komponen-komponen yang terdapat dalam silabus merupakan satu kesatuan yang paling berhubungan satu sama lain untuk mencapai kompetensi dasar yang ditetapkan.
              d. Konsisten minsalnya antara kompetensi yang di harapkan dicapai dengan penetapan pengalaman belajar yang harus dilakukan siswa.
             e. Adekuat dalam arti bahwa cakupan/ruang lingkup materi yang di pelajari siswa cukup memadai untuk menunjang tercapainya penguasaan suatu kompetensi.
     2. Penyusunan Rencana/satuan Pembelajaran.
                Rencana pembelajaran adalah satuan unit program pembelajaran terkecil untuk jangka waktu mingguan atau harian yang berisi rencana penyampain suatu pokok atau satuan bahasa tertentu dalam satu mata pelajaran.
 Unsur-unsur pokok terkandung dalam rencana/ satuan pembelajaran meliputi berikut:
         a. Identitas mata pelajaran.
         b. KD dan indikator yang hendak dicapai.
         c. Materi pokok beserta uraiannya yang perlu dipelajari siswa dalam rangka mencapai kompetensi dasar dan indikator.
         d. Strategi pembelajaran.
         e. Alat dan media yang digunakan untuk memperlancar pencapaian KD.
         f. Penilaian dan tindak lanjut.
Pembelajaran yang Efektif.
A. Hakikat pembelajaan efektif.
        Dalam buku Sri Anitah(2008:12.19)Perencanaan pembelajaran berkenaan dengan keputusan yang diambil guru dalam mengorganisasikan, mengimplentasikan, dan mengevaluasi hasil pembelajaran (Burden dan Byrd, 1999). Perencanaan merupakan tugas yang sangat penting dilakukan oleh guru.
      Tujuan perencanaan adalah memberi jaminan pebelajar akan belajar dengan baik. Oleh karena itu, perencanaan membantu menciptakan mengelola, dan mengorganisasikan peristiwa-peristiwa pembelajaran yang memungkinkan kegiatan belajar terjadi. Jumlah waktu yang dibutuhkan dalam merencanakan pembelajaran sangat tergantung pada individu guru.
B. Faktor-Faktor yang Berkaitan Dengan kegiatan pembelajaran.
1. Isi pelajaran berkaitan dengan pengetahuan, ketrampilan, aturan dan konsep atau proses kreatif yang akan dipelajari.
      2. Bahan pelajaran berwujud tulisan, bentuk fisik atau stimuli visual yang digunakan dalam pembelajaran.
      3. Strategi pembelajaran pemilihan berbagai strategi pembelajaran yang digunakan untuk mengajarkan isi pembelajaran merupakan perencanaan sentral guru.
     4. Perilaku guru Guru melakukan sejumlah kegiatan selama proses pembelajaran berlangsung dan membantu pebelajar dalam kegiatan-kegiatan belajar.
   5. Menstrukturkan Pelajaran menyusun pelajaran berkaitan dengan kegiatan yang terjadi pada suatu saat tertentu selama penyajian pelajaran dan guru perlu merencanakan struktur pelajaran.
   6. Lingkungan belajar ketika kegiatan-kegiatan belajar direncanakan, pertimbangkan jenis lingkungan belajar yang diciptakan.
   7. Durasi pembelajaran buat perencanaan waktu yang tersedia atau dialokasikan.
   8. Lokasi pembelajaran rencanakan ditempat dimana pembelajaran itu akan terjadi.
C. Karakteristik Guru.
      Keputusan perencanaan tentang kegiatan-kegiatan pembelajaran, dipengaruhi oleh karakteristik guru itu sendiri ( Neely & Hansford, 1985) Dalam buku Sri Anitah (2008:12.21) yaitu:
1. Banyaknya pengalaman menajar guru akan mempengaruhi keputusan perencanaan.
2. Filosofi belajar-mengajar akan mempengaruhi keputusan tentang perencanaan guru.
3. Pengetahuan guru tentang isi pelajaran, juga mempengaruhi keputusan tentang perencanaan.
4. Gaya guru dalam mengorganisasikan pembelajaran akan mempengaruhi keputusan perencanaan.
5. Harapan-harapan menata kelas, baik untuk pebelajar belajar maupun pelaksanaan pembelajaran oleh guru itu sendiri juga mempengaruhi keputusan tentang perencanaan.
6. Perasaan aman dan kontrol pembelajaran memainkan peranan dalam proses perencanaan.
D. Guru yang Efektif.
      a. Melakukan reviu harian.
              Untuk menentukan apakah belajar telah memperoleh pengetahuan dan keterampilan prasyarat yang diperlukan.
    b. Menyiapkan materi baru
               Hasil riset menunujukan bahwa yang efektif memerlukan waktu yang lebih banyak dalam menyajikan meteri baru dan membimbing praktik dibandingkan guru yang kurang efektif.
  C. Melakukan praktik terbimbing
             Adalah membimbing praktik keterampilan awal belajar dan menyediakan penguatan yang perlu untuk kemajuan belajar baru dari ingatan jangka pendek ke ingatan jangka panjang.
  d. Menyediakan balikan dan koreksi.
            Selama praktik terbimbing bagi guru sangat penting untuk menyediakan proses balikan pada pebelajar.
E. Pendekatan pembelajaran yang efektif.
     1. Belajar mandiri ( idependent learning).
              Pembelajaran kovensional maupum pembelajaran inovatif meminta pebelajar meluangkan waktu dengan propersi yang signifikan untuk mengatur kegiatan belajar masing-masing.
    2. Pembelajaran Terpadu (integrated learning)
              Pembelajaran terpadu merupakan suatu pendekatan pembelajaran untuk mencapai keterampilan-keterampilan belajar sepanjang hayat.
    3. Pendekatan berbasis masalah
              Belajar berbasis masalah (BBM) adalah belajar yang berpusat pada pebelajar dan juga mengambarkan metode belajar ini atau suplemen pembelajaran.

Daftar Rujukan
- Anitah Sri, dkk. 2008. Strategi Pembelajaran di SD. Jakarta: Universitas Terbuka

2 komentar:

  1. Bagaimana kta mngetahui bhwa pmbelajarn trsbut efektif atau tdk

    BalasHapus
  2. Apabila pembelajaran itu telah dapat mencapai tujuan pembelajaran dan menyelesaikan indikator-indikator dengan baik dan tepat waktu

    BalasHapus